Minggu, 14 November 2010

SERAT JIWA

Bila rindu datang menghadang
Jangan bunuh rasa sayangku
Gemuruh angin tampar wajahku
Ingatkan aku saat kau lupa kata cintamu

Aku tahu isi hatimu
Terguncang sudah jiwa yang sepi
Jangan kau coba buang hasratmu
Jangan kau bunuh rasa cintamu pada diriku

Biarkan semua berjalan seiring apa adanya
Karena cinta pasti jujur adanya
Biarkan dunia bergetar seperti apa adanya
Ikuti saja suara jiwamu

Jumat, 12 November 2010

SEBUAH PERJALANAN MENDEFINISIKAN TUHAN ITU ALAM


(02112010)
Petang belum sampai tapi siang telah berlalu sungguh tak terasa. Sebuah semangat baru telah tercetus untuk segera melangkah lagi. Sebuah teka-teki alam untuk lebih bersyukur kepada yang membuatnya. Meski hujan terus saja berlalu, namun tak menyurutkan langkahku untuk menuju-mu. Biar semua menjadi bumbu perjalanan hidup yang baru dan yakin semakin berliku. Karena tak selalu ku temukan semangat yang seperti ini.
Memang tak lazim dengan keadaanku yang sekarang ini, seolah ku tak percaya dengan takdiNya. Tapi bukan itu yang terasa olehku, sebuah kerinduan yang sangat tuk kembali menyapa sang semesta. Biarlah orang berkata apa, karena Cuma aku yang dapat merasakannya. Karena sejatinya semua yang terjadi padaku tak sedikitpun berdampak buat orang lain.
Dan kini aku telah sampai di sebuah persimpangan menjuju sebuah titik awal langkahku. Sebuah tempat dimana semua orang berjibaku menentukan arah kehidupannya. Dan semua itu sudah barang tentu jalur dan rintangannya pun berbeda.
Hujan terus saja mengguyur bumui, sampai-sampai bumi tak kuasa lagi menampungnya petang ini. Melangkahpun ragu tak tentu arah, diriku masih menunggu suatu langkah pasti sebuah dimensi yang diriku pun belum mengenalnya.
Sesaat kuperhatikan setiap air yang menetes membasahi bumi, seakan mereka enggan jatuh dan berusaha loncat lagi ke atas. Tapi apalah daya gravitasi tak mungkin dapat dilawan lagi. Begitu pula yang terjadi pada manusia, selalu ingin di atas dan enggan merasakan apa yang ada di bawah sini. Begitu terjatuh mereka langsung mencoba bangkit lagi bagaimanapun caranya. Dan itu pun ada yang berhasil dan banyak pula yang harus gagal. Dan itu semua memang sebuah gravitasi sang takdir yang tak dapat kita tentukan. Itu semua sedikit pengamatanku tentang fenomena hidup di kala aku masih menunggu kegelisahan yang tak kunjung reda.

(03112010)
Mentari pagi masih saja malu-malu untuk menampakkan senyum keperkasaannya dan memilih berselimut awan mendung. Aku pun terus berharap alam mau menyambutku dengan senyum hangatnya hari ini. Ditemani segelas kopi panas yang membantuku menelan semua keraguan yang terasa.
Namun waktu terus beranjak dan sang raja hari mulai sedikit menampakkan wajahnya dan melelehkan dedaunan di sekitarku. Dan semakin sirna pula semua keraguanku dan lebih memantapkan awal langkahku. Sungguh “hari yang indah, langitnya biru cerah” kata Band Netral.
Sekarang langkahku pun dimulai dari sini, menyusuri jalan setapak yang belum pernah kulalui sebelumnya namun serasa tak asing lagi. Hamparan sawah yang masih hijau seperti lapangan yang sangat luas. Kemudian beranjak menemui sebuah perkebunan yang subur dan seringkali ku jumpai pohon teh yang tak begitu tertata. Terus mengikuti aliran suara gemercik air sungai yang tak begitu deras.
Keringat begitu deras membanjiri seluruh tubuh dan bercampur dengan sejuknya udara pegunungan yang menusuk hingga ke relung. Dan setelah semua itu terlewati, sampai juga di tempat segala letih dapat sedikit terobati dan untuk sekedar menghadapMu.
Kabut yang semula tipis beranjak terus menebal seiring datangnya sang petang yang menggulitakan pandanganku. Segelas lopi kembali menemani sela-sela istirahat dan cengkrama kami yang mungkin sudah tak biasa lagi. Karena memang perjalanan kami yang tak biasa pula dengan perjalanan sebelumnya.
Malam semakin larut seperti kami yang terlarut dalam obrolan panjang dan tak tentu pokok bahasan. Dingin mulai terasa sangat menusuk-nusuk tulang dan cengkrama pun mulai beralih sebuah keputusan untuk merebahkan tubuh dan memejamkan mata. Tapi diriku belum juga terlelap, dan sugesti-sugesti negatif mulai bermunculan di dalam otak. Keadaan mulai mencekam, suara binatang-binatang malam mulai jelas terdengar. Semakin erat kugenggam selimut yang menutupi tubuh dan tak mau membuka mata. Guyuram hujan deras melengkapi suasana mencekam malam ini.

(04112010)
Tak terasa setelah membuka mata ternyata di sekitarku sudah nampak jelas dan ternyata pagi menyambut. Lega rasanya setelah apa yang terlewati tadi malam berakhir juga. Dan mulailah kusapu semua dingin yang ada dengan semangat yang sangat menggebu dan sarapan seadanya tak lupa lagi-lagi kopi panas yang sedikit berasa sabun,hahaha......
Sekiranya semua telah siap kita berangkat melangkahkan kaki menuju perjalanan yang sesungguhnya. Masih melewati jalan setapak dan terlihat sering digunakan orang buat mendirikan tenda. Setelah menempuh jarak 100m mulai terdengar suara gemuruh yang ternyata suara air terjun. Bukan satu air terjun yang dijumpai, malahan dua. Memang yang pertama tak terlalu tinggi dibandingkan yang kedua. Alangkah sejuknya hati setelah mendekatinya, seakan tak peduli apa yang sedang terjadi dalam hidup. Sungguh indah hidup ini, air selalu pasrah untuk apa yang telah ditakdirkan untuknya, dengan terus mengalir ke tempat yang lebih rendah.
Namun sempat terkejut dengan apa yang terjadi dengan tebing di sebelahnya, tebing yang begitu tinggi longsor tak tertahankan. Tanah dan bebatuan besar terkapar tak bedaya setelah apa yang terjadi pada mereka. Mau protespun pada siapa?????. Sungguh ironis memang apa yang terlihat saat ini, saat alam bersedih tapi masih mampu menampakkan keindahannya yang sangat dhasyat. Tapi apa daya tangan ini hanya mampu sedikit membantu dengan selalu berjabat tangan denganmu dan mencoba untuk selalu belajar tentangmu.
Setelah sejenak menikmati dan merenungi apa yang terjadi, perjalanan dilanjutkan dengan hati bimbang tentang cuaca yang ada. Lansung saja kami disuguhkan jalan menanjak yang lumayan panjang dan yang pasti sangat menguras tenaga dan keringat. Burangrang memang menyajikan suguhan alam yang masih sangat alami. Terlihat dari jalur yang kami tempuh masih banyak yang tertutup oleh pepohonan atau rumput liar. Yang menandakan masih minimnya eksploitasi dari tangan-tangan manusia, dan juga jalur yang kami ambil jarang digunakan oleh para pendaki.
Banyak juga pohon-pohon besar yang tumbang dan menutupi jalur pendakian sehingga sering menyusahkan kami untuk jalan memutar dan itu sungguh menguras tenaga dan fikiran. Tak jarang pula kami harus membuka jalan biar pendaki setelah kami tidak terlalu kesulitan menentukan arah. Setelah beberapa jam berjalan, hujan turun sangat deras. Dan semua itu sedikit mengecilkan kemantapan hati kami untuk menggapai puncak. Namun disela ke-pesimis-an kami, berpapasanlah kami dengan dua orang pencari kayu dan kami bertanya mungkin kami tersesat. Ternyata kami tidak tersesat, dan diberi tahu agar terus saja mengikuti jalur ini. Memang banyak tanda menuju puncak tadinya, tapi seiring waktu dan fenomena alam tak sedikit tanda yang hilang atau rusak.
Sambil berbasah-basah ria kami terus berjalan menyusuri jalan setapak yang sedikit tertutup tanaman liar. Dan tak lama kemudian kami sampai di sebuah tempat yang sedikit landai seperti puncak tapi masih bukan puncak. Dan kami melihat sebuah prasasti yang bertuliskan tentang mengenal dua orang yang wafat dalam pendakian. Badan kami yang basah kuyup dan menggigil serentak merinding melihat apa yang ada di hadapan kami. Namun itu bukan suatu hal yang harus ditakutkan, dan kami pun mengirimkan do’a untuk saudara-saudara kami yang telah tiada itu.
Dan kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan hati sedikit bertanya-tanya tentang bagaimana saudara kami yang telah tiada itu. Tapi yah sudahlah semua memang harus terjadi seperti itu. Dan tak lama kemudian kami menemui apa yang dinamakan “puncak gunung Burangrang”. Namun alangkah kecewanya karena kami tak dapat menemukan tugu yang menjadi tanda bahwa ini adalah puncak Burangrang. Yang kami temukan hanyalah sebuah fondasi bekas tugu itu berdiri. Dan kami harus sedikit menghela nafas dan menelan kekecewaan kami.
Tak lama-lama ambil pusing kami bergegas beranjak dari puncak dan meneruskan perjalanan dan hendak mencari jalan turun menuju Wanayasa. Dengan hanya berbekal kompas kami pun lurus mengikuti jalur puncak. Tapi setelah beberapa lama kami tak juga menemukan jalan menurun, kondisi perut yang keroncongan dan hujan belum juga berhenti. Setelah memperhitungkan waktu, kami putuskan untuk meneruskan perjalanan sambil mengemil mie instan yang seharusnya jadi lauk nasi. Hehe maklum lah kondisi darurat….
Berjalan terus dan terus berjalan sampailah juga di sebuah persimpangan yang kami yakin arah kiri menuju situ lembang. Tapi kami memilih lurus dan berharap sampai di Wanayasa. Setelah dirasa kondisi fisik yang menurun dan sang waktu tak lagi bersahabat, maka kami membulatkan tekad untuk “potong kompas” menuju situ lembang. Apa yang terjadi nanti biarlah nanti kami rasakan, begitu paksaan dari kondisi kami.
Dengan segera kami menuruni jalan yang kami buat sendiri dan berharap dapat menemukan jalur situ lembang yang tadi kami lewatkan. Semak belukar kami lewati dan tak jadi arti lagi, tersungkur, terperosok, terpeleset dan kadang menghindari gelundungan batu dari tanah rapuh yang kami pijak, itu yang kami alami. Lagi-lagi pohon tumbang jadi penghalang perjalanan ini dan kami harus memutar arah dan sesekali melihat arah kompas.
Setelah mungkin lebih dari setengah jam kami pasrah terhadap apa yang akan terjadi pada kami akhirnya kami menemukan jalur terusan menuju situ lembang. Dan aku mengira aku telah menemukan Tuhan di sini. Perjalan masih belum berakhir, karena setelah kuperhatikan kami mengitari situ lembang. Menyisir dari ujung ke ujung yang pada dasarnya situ lembang bukanlah danau yang kecil.
Keberuntungan yang lain bagi kami bahwa tempat yang kami lewati tidak sedang dipakai buat latihan perang oleh KOPASSUS. Jika itu terjadi, apa boleh buat kami harus kembali lagi mencari jalan lain yang tak bukan adalah jalur kami naik.
Dan setelah sampai di ujung jalan setapak kami menemukan yang namanya situ lembang. Ingin rasanya loncat kayak anak kecil yang baru mendapat balon gratis saking senengnya. Makanya aku bilang “Tuhan ada di Situ Lembang”. Namun seorang penjaga menghampiri kami dan menegur agar segera meninggalkan lokasi ini, karena ini “lokasi tertutup” katanya sambil sedikit berbasa-basi.
Setelah mendapat informasi bahwa dari situ lembang menuju jalan raya cisarua berjarak 12km, tak peduli kami pun beranjak dengan segera karena waktu mepet. Lagi-lagi mie instan dan hujan menemani perjalanan melelahkan kami karena masak nasipun tak sempat.
Gelap mulai menggulita dan kami masih menyusuri jalan yang diapit oleh hutan lindung “milik PERHUTANI” menuju pos gerbang. Jalan berkelok-kelok tapi tak juga kami temui gerbang masuk situ lembang. Berjalan membelah kegelapan malam yang tak tau dimana ujungnya berselimut kabut tipis dan ditemani rintik hujan. Lengkap sudah perjalanan kali ini dengan bahan cerita yang mengenaskan.
Tapi apa yang dicari-cari akhirnya terlihat juga, sebuah pondok kecil yang di jaga oleh empat orang aparat. Dan akhirnya kami melapor dan istirahat melepas lelah sejenak. Mereka menawarkan makanan dan air panas buat kami, memang suatu kebetulan yang benar,hehe... kami ditanya ini-itu dan akhirnya ngobrol ngalor-ngidul. Mereka juga banyak cerita tentang pengalaman mereka dulu dari waktu masih siswa sampai jadi pelatih. Terima kasih banyak bapak-bapak penjaga......
Malam makin larut dan hujan mulai reda, kami segera memohon diri untuk melanjutkan perjalanan. Sebenarnya para penjaga yang baik itu menawarkan kami untuk tidur di pos jaga, tapi kami gak mau terlalu banyak merepotkan. Dan kami pun menghilang bersama gelapnya malam menyusuri jalan sepanjang 2km lebih menuju jalan utama Cisarua. Sesampainya di jalan raya memang sudah tak ada angkutan umum yang lewat, karena sudah terlalu malam. Berjalan membawa beban berat pun sudah menjadi keharusan dalam dua hari ini. Setelah kira-kira berjalan 300meter aku merasa kami salah arah dan memutuskan untuk kembali ke arah yang tadi dan meneruskannya.
Setelah melewati terminal Cisarua kami bertemu dengan seorang pejalan kaki yang juga kemaleman di jalan. Kami pun terlibat obrolan dan berkenalan satu sama lain. Ternyata di bernama “kang Cacing”, yang hendak menuju tempat kerjanya di CIC malam itu. Sungguh baik hatinya beliau menawarkan untuk singgah dan bermalam di tempatnya itu. Memang tak terlalu jauh dari terminal Cisarua. Karena hujan mulai turun lagi dan kondisi badan sudah tak lagi memungkinkan untuk melanjutkan, tanpa fikir panjang kami langsung menerima tawaran tersebut. Memang jarak tempuh dari jalan raya ke tempat kang cacing sepanjang 2km dan menanjak. Tapi jika dibandingkan dengan sisa perjalanan kami yang masih sangat jauh maka lebih baik istirahat dulu. Setelah sampai kami disediakan kamar tidur dengan kasur yang tak terlalu empuk tapi sangat nyaman. Semua ini yang tak akan terlupakan dari perjalananku kali ini. Sambil merasakan betapa tubuh ini telah berjuang selama dua hari, mataku mulai meredup dalam balutan selimut yang menghangatkan sekujur tubuh.

(05112010)
Saat pagi menjelang suasana pun berubah drastis, betapa tidak yang selama ini kami lihat hanya pepohonan dan gelap. Tapi perjalanan masih belum berakhir, dan kita harus menempuh jarak yang berkilo-kilo jauhnya. Tapi kami seolah tak peduli dan memang ini semua yang harus dijalani. Setelah empat jam berjalan maka sampailah kita di jalan raya lembang dan dunia serasa kembali terbuka lebar. Aku mengusulkan untuk bertandang ke rumah saudara sekedar untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak sekalian silaturrahmi.
Sampai pula di tempat yang dituju, dan kami lansung mengeringkan semua pakaian yang basah akibat hujan ataupun keringat dan membersihkan badan yang pasti bau tujuh belas rupa. Kemudian sambil istirahat sejenak sambil mencari charger alat komunikasi yang masih mati karena lowbat. Kembali kami menyusuri jalan raya lembang dan berhenti di tiap konter guna meminjam charger. Namun beberapa konter yang kami singgahi tidak dapat memberi bantuan pada kami. Kemudian tibalah kami di sebuah konter di daerah Gudang Kahuripan dan langsung kami utarakan maksud kami. Dan alangkah senangnya, ibu yang punya konter berbaik hati meminjamkan charger dan menawarkan sekedar kopi buat kami.
Setelah beberapa lama alat kmunikasi kami berfungsi dan perjuangan di dunia maya dimulai. Mulailah menghubungi teman atau kerabat terdekat buat minta bantuan untuk mengakhiri perjalanan kami kali ini. Mayday…..mayday….. Dan kami dapat respon yang menggembirakan dari seorang teman. Kang Dadan, begitu nama seorang teman yang mau membantu kami. Tapi tak disangka dan diduga C’bray seorang teman juga lewat saat kami menunggu Kang Dadan. Spontan kami langsung berteriak memanggil dia, rasa malu terasa tak ada waktu itu.
Saat kami ngobrol-ngobrol dan sedikit “meloby”, datanglah Kang Dadan yang kami tunggu-tunggu. Setelah berkumpul sejenak dan bercerita permasalahan kami, kemudian kita sepakat untuk kembali ke dunia masing-masing. Karena waktu yang hampir petang dan hujan mulai turun lagi.
Dengan segala rangkaian perasaan yang telah kurasakan, aku berpisah dengan mereka. Menuruni jalan lembang lewat Setiabudhi menuju Cibiru tempat dimana segala masalah akan terasa lagi. Di dalam angkot yang hampir penuh penumpang, fikiranku kembali pada masa perjalananku sebelumnya. Tentang beberapa sosok Tuhan yang telah ku temukan.
Tapi sepanjang perjalananku tak akan terasa tanpa lebih berarti tanpa mereka hadir disela-sela perjalananku. Syifaul Huzni yang telah mendukung awal langkah perjalananku. Ara Semesta yang telah membuka alur perjalanan tentang lebih memaknai hidup, semangat terus lur. Bapak-bapak pencari kayu, semoga alam senantiasa mau berbagi dengan kita. Trus buat bapak-bapak aparat penjaga pos, terus ceria ya pak???? Semoga segala pengabdian kalian dapat dirasakan kembali oleh kami atau kami-kami yang lainnya. Kemudian pada Kang Cacing yang mengajarkan padaku tentang arti ketulusan yang sesunggunya. Semua yang kau lakukan tak akan gampang terlupakan kang. Bibiku dan keluarga tercinta terima kasih untuk semua pengertian yang kalian berikan. Dan tak lupa buat Ibu konter yang sangat baik hati dan tak memandang miring pada kami. Dan yang tak kalah penting bagi kami bahwa Bray dan Kang Dadan yang telah membuat kami sadar bahwa kami masih berarti bagi orang lain. Sehingga orang lain mau berbuat banyak untuk kita.
Terima kasih Alam Semesta yang telah mempertemukanku dengan rupa Tuhan yang begitu terasa indah.

KECANTIKAN ALAMI TAK AKAN TERGANTI

Siapa yang tidak ingin cantik?

Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada seluruh wanita di dunia, mereka akan mengatakan, “kami semua ingin cantik”.

Tahukah Anda, untuk menjadi cantik, seorang wanita rela merogoh koceknya dalam-dalam. Mereka bahkan rela makan seadanya agar bisa perawatan di salon mahal. Semua itu demi sebuah kecantikan.

Mengapa wanita ingin cantik?

Tentunya tak lepas dari kodrat wanita yang merupakan makhkuk ciptaan Tuhan yang paling indah, yang diciptakan di dunia ini untuk membuat dunia menjadi penuh warna. Katanya, seorang wanita yang terlihat cantik akan lebih percaya diri dibandingkan sebaliknya.

Seorang wanita yang cantik katanya juga akan dicintai oleh banyak pria, dibandingkan seorang wanita yang kurang menarik. Hal tersebut merupakan opini yang diciptakan oleh kaum wanita itu sendiri sehingga mereka berlomba-lomba untuk tampil cantik di hadapan pria.

Kecantikan seperti apakah yang sebenarnya dicari di dunia ini?

Terlepas dari segi fisik yang memang menarik, seorang wanita akan terlihat jauh lebih cantik daripada fisiknya yang memang sudah cantik dan indah, bila ia memiliki kecantikan alami.

Kecantikan alami, seperti apakah itu?

Kecantikan alami adalah kecantikan yang dimiliki oleh setiap wanita yang berasal dari dalam ruhnya. Ya, pada dasarnya setiap wanita yang ada di dunia ini cantik. Tidak ada satupun manusia yang diciptakan dengan kondisi yang memprihatinkan.

Bayangkan, untuk dapat menjadi zigot saja sebuah sperma harus mengalahkan jutaan sperma lainnya di dalam rahim. Itu artinya, sperma yang menjadi pemenang adalah yang paling kuat di antara yang lain. Dan itu tandanya, semua manusia di dunia ini tanpa terkecuali, diciptakan dengan sempurna.

Pancarkan kecantikan alami!

Meski semua wanita di dunia ini tercipta dalam keadaan yang cantik, namun ternyata tak semua wanita menyadarinya. Sebagian besar di antara mereka malah kurang bersyukur diciptakan dengan kondisi seperti apa adanya. Alhasil, berbagai macam cara yang notabene menyiksa diri sendiri pun dilakukan, seperti bedah plastik.

Tidak perlu membayar mahal untuk cantik!

Cantik tidak harus mahal. Tugas seorang wanita yang ingin terlihat cantik hanyalah memaksimalkan dan merawat aura kecantikan alami yang sudah ada sejak lahir di dalam dirinya. Caranya cukup mudah, yaitu:

1. Mandi minimal dua kali sehari.
2. Menjaga kebersihan kulit dan gigi.
3. Bagi muslimah, sering-seringlah berwudhu karena selain bisa menenangkan hati juga bisa memancarkan aura yang ada di dalam tubuh.
4. Makan makanan sehat, bukan junk food.
5. Banyak mengonsumsi air putih.
6. Berbuat baik kepada sesama.

Cantik tidak harus mahal. Cantik tidak harus dengan mengubah ciptaan Tuhan. Setiap wanita sudah tercipta dalam keadaan cantik. Oleh sebab itu, tugas seorang wanita adalah merawat kecantikan alami dan mensyukuri pemberian Tuhan kepadanya.



Rabu, 10 November 2010

Goresan Tercinta Ibu dan Ayah


Saat kutengadahkan mukaku ke atas menatap terik mentari,

Saat kutatap gemerlap bintang di kala gelap yang siap mengantarkan mimpi, Tergores sepasang nama,

Nama yang selalu kuingat dalam benak diri,


Saat kupalingkan mukaku ke bawah menatap dinding & lantai,

Tetap tergores sepasang nama,

Nama yang selalu kukenang hingga akhir hayat diri,

Saat kulalui hari-hari berganti,

Tetap selalu tergores,

Tetap terukir dalam sanubari ini, Tetap tertata, tersusun dengan indah,

Sepasang nama yang akan selalu kuteladani,

Sepasang nama,

Nama… yang selalu rela berkorban untukku,

Berkorban hingga akhir hayat mereka,

Yang selalu merelakan & mengiklaskan hidupnya,

Untuk diriku,

Untuk kebahagianku,

Untuk membimbingku,

Untuk menempah diriku,

Menjadi seorang MANUSIA,

Kepala ini tertunduk,

Mata ini sembab,

Lidah ini keluh,

Hati ini pilu,

Saat kukenang,

Saat-saat indah bersamanya, Ketika dekap erat penuh kasih,

Membelenggu seluruh jiwa,

Dalam hening pikiranku,

Kutatap raut mukanya yang sudah keriput,

Kuingat tatap bola mata yang mulai pudar,

Kurasakan tetes deras keringatnya,

Kulukis putih rambut yang menipis & beruban,

Semua itu,

Untuk menafkahi kehidupan kami,

Meskipun dalam berat hari-harimu,

Terkadang muncul amarah mereka buatku,

Tapi ku tahu amarahnya adalah bagian kasihnya untukku,

Marahnya adalah cintanya untukku,

Tuhan,

Sampaikan rasa rindu ini buat mereka,

Sampaikan goresan kata dariku buat mereka,

Sampaikan jika aku selalu mengingat mereka, Sampaikan kalau aku selalu mendambakan kehadiran mereka,

Meskipun terkadang,

Aku lalai, aku lupa,

Aku terlalu sibuk untuk urusanku sendiri,

Hingga terkadang waktu 24 jam tidak cukup kusisakan buat mereka,

Tuhan,

Sampaikan goresan kata ini untuk mereka,

Rasa terima kasih yang mendalam,

Rasa bakti yang mendalam,

Atas semua perhatian mereka,

Atas kasih sayang mereka,

Atas do’a-do’a mereka,

Atas semua pengorbanan mereka,

Untuk semua kesuksesan diriku,

Karena aku, terkadang lalai untuk berbagi dengan mereka,

Aku terkadang terlena dengan kesenangan juga kesuksesan diri,

Tuhan,

Bahagiakan mereka,

Dalam setiap tetes air mata bahagia yang mereka jatuhkan,

Dalam setiap pengabdian & ibadah yang mereka lakukan,

Untuk-MU Yang Maha Segalanya !

Selasa, 09 November 2010

Nikmatilah Perbedaan!

Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa!



Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang menghiasi dunia.



Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja! Alangkah gelapnya dunia ini! :-)



Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?! :-)



Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan.



Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.



Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan. Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa, prinsip, atau sekadar pendapat.



Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain.



Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.



Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?



Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan. 

Senin, 08 November 2010

Tips Menjadi Pria Single Yang Disukai Wanita

Apakah saat ini Anda adalah seorang pria yang masih berstatuskan single atau dengan kata lain Anda masih belum mendapatkan seorang wanita yang mau mendampingi Anda (kekasih hati istilah lainnya)?

Padahal Anda juga sudah menyadari bahwa diri Anda memiliki wajah yang bisa dibilang tampan, memiliki ukuran tubuh yang ideal untuk seorang pria, dan bahkan Anda juga sudah bisa meraih sukses di bidang pekerjaan Anda saat ini. Lalu sebenarnya apa yang terjadi?

Mengapa orang yang bisa dibilang menarik seperti Anda masih belum bisa mendapatkan seorang wanita yang sangat Anda idam-idamkan?

Nah jika Anda saat ini mengalami hal seperti itu maka permasalahan terbesarnya adalah pada sifat di dalam diri Anda. Dengan mengubah sifat-sifat itu menjadi lebih alami dan terbuka maka Anda bisa benar-benar menjadi diri Anda sendiri dan bersiaplah untuk dikejar-kejar oleh para wanita yang mulai menyukai Anda apa adanya.

Jika Anda tidak tahu apakah sifat-sifat yang perlu Anda tanamkan dan ubah pada diri Anda saat ini, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa tips ampuh berikut bisa membantu Anda :

Jadilah Pria Yang Jujur

Setiap orang baik itu wanita ataupun pria termasuk juga Anda pasti sangat menyukai pribadi orang yang sangat jujur bukan? Ya, jika Anda ingin untuk disukai para wanita maka hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menanamkan sifat jujur pada diri Anda sendiri.

Tidak peduli apakah Anda sebelumnya adalah raja bohong, sang penguntit makanan atau sifat jelek lainnya yang pernah Anda miliki sebelumnya, Anda harus bisa mulai mengubah diri Anda menjadi orang yang jujur.

Dengan menjadi orang yang jujur ini maka Anda bukan hanya bisa didekati oleh banyak wanita yang mulai mengagumi pria seperti Anda, tetapi Anda juga bisa mendapatkan banyak teman yang tentu saja akan bermanfaat apalagi jika ternyata Anda adalah seorang pebisnis.

Namun dalam berkata jujur ada hal yang perlu Anda perhatikan seperti mengatakannya terlalu jujur. Sebagai contoh Anda diajak bertemu dengan seorang wanita kenalan Anda melalui chatting, namun ketika bertemu Anda merasa wanita tersebut biasa saja dan tidak menarik bagi Anda.

Nah jangan sampai Anda berkata padanya bahwa dia hanyalah wanita biasa dan Anda tidak tertarik padanya. Sekali-sekali sebagai seorang pria Anda juga perlu untuk menjaga perkataan Anda yang bisa menyinggungnya walaupun itu bersifat jujur sekalipun. Jangan sampai memberikan kesan jujur itu menyakitkan.

Jangan Membandingkan

Ada kalanya ketika seorang pria mulai tertarik kepada seorang wanita, pria tersebut pasti berusaha mengatakan hal-hal hebat mengenai diri Anda kepadanya. Ya, sebagian besar pria pasti selalu berusaha membuat wanita tersebut merasa beruntung berkenalan dengannya termasuk membandingkannya dengan wanita-wanita lain yang pernah Anda kenal.

Ingat dengan membandingkannya dia dengan wanita yang lain maka Anda sudah membuatnya merasa tidak nyaman dan yang paling parah, wanita yang Anda ajak bicara tersebut akan berpikir bahwa Anda adalah seorang playboy.

Jangan Mengikutinya Terus Menerus

Sering terjadi jika seorang pria sudah memutuskan untuk suka dengan seorang wanita maka dirinya akan terus mengikutinya ke manapun dia pergi. Pria semacam ini akan berusaha menghubunginya setiap hari melalui hp, datang ke rumah wanita tersebut berkali-kali sampai dengan mengikutinya ke manapun wanita itu pergi seperti seorang detektif yang sedang mengincar targetnya.

Namun tahukah Anda bahwa tindakan semacam ini justru sangat dibenci oleh wanita? Ya, pastilah setiap orang tidak mau bukan hidupnya secara tiba-tiba diikuti oleh orang yang belum lama dikenalnya secara misterius.

Nah usahakan Anda untuk tidak melakukan hal ini berlebihan. Anda boleh saja menelponnya atau mendatangi rumah wanita tersebut tapi jangan sering-sering atau dia akan mulai mem-block segala sesuatu yang berhubungan dengan diri Anda.

Jadilah Pendengar Yang Baik

Ketika seorang wanita bercerita mengenai sesuatu khususnya permasalahan pribadinya kepada seorang pria, maka itu adalah pertAnda bahwa dirinya sedang membuka hati pada pria tersebut. Ya, jika Anda mendapatkan peluang yang bagus semacam ini maka yang perlu Anda lakukan adalah menjadi seorang pendengar yang baik dan berusaha untuk memahami permasalahannya.

Perlu Anda ketahui, cukup banyak pria yang mendapatkan wanita idamannya hanya bermodalkan sebuah perhatian yang luar biasa kepada pasangannya. Jadi cobalah untuk mulai menjadi pendengar yang baik kepada wanita idaman Anda.

Cobalah Untuk Selalu Tersenyum

Senyum adalah hal penting yang harus Anda lakukan untuk membuat suasana pembicaraan antara pria dan wanita menjadi lebih rileks dan tenang.

Coba saja Anda bayangkan jika ternyata Anda bertemu dengan wanita idaman Anda dalam kondisi yang merenggut dan tidak tersenyum sedikitpun, pastilah wanita tersebut akan mencari alasan untuk segera pulang ke rumah karena jenuh, bosan bahkan stres melihat tingkah laku Anda tersebut.

Menjadi seorang pria Anda dituntut untuk bisa bersabar, karena itu cobalah untuk tersenyum ketika bertemu dengannya walaupun saat itu Anda sedang mengalami masalah.

Lakukan Yang Terbaik

Banyak pria berusaha menarik perhatian wanita dengan tingkah lakunya yang terbilang ekstrim atau bahkan diluar pikiran sehat. Ambil contoh saja seperti melakukan aksi-aksi berbahaya demi mendapatkan perhatian sang wanita.

Memang hal itu akan terlihat sangat cool, tapi apa benar setiap wanita ingin melihat hal seperti itu? Tidak, tidak semua wanita menginginkan pria yang ekstrim dan berbahaya, malah beberapa diantara mereka akan berkata bahwa pria tersebut gila dan akhirnya mulai menjauhi mereka.

Cobalah untuk melakukan hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan baik, misalkan berpenampilan rapi, baik dan wangi atau mungkin menunjukkan skill memasak Anda kepada wanita yang Anda sukai.

Cobalah Untuk Jual Mahal

Jika ternyata ada sebuah reaksi yang bagus dari wanita yang Anda sukai, maka sebagai seorang pria Anda harus sedikit menjual mahal diri Anda seperti bersikap sedikit cuek dan terkesan tidak membutuhkannya.

Sikap ini berdasarkan riset bukannya dijauhi oleh para wanita tetapi malah membuat wanita tersebut semakin berdebar-debar dan tergila-gila dalam melakukan pengejaran terhadap Anda. Dengan membuat mereka penasaran maka Anda bisa mendapatkan wanita idaman yang Anda inginkan.

Jaga Cara Berbicara dan Penampilan Anda

Ketika seorang pria baru saja berkenalan dengan wanita, pastilah mereka akan berbicara secukupnya saja tanpa berlebihan. Sikap ini digunakan untuk pendekatan awal sekaligus kesan bahwa Anda adalah pria yang sopan dan teratur.

Selain itu penampilan Anda saat berhadapan dengan wanita juga sangatlah penting. Cobalah untuk berpakaian rapi dengan menggunakan parfum yang fresh dan tidak berlebihan agar menimbulkan kesan aroma terapi bagi wanita tersebut.

Jangan sampai ketika Anda bertemu dengan wanita target Anda ternyata Anda belum mandi bahkan bau Anda kecut sekali, tentu saja dalam waktu yang sangat singkat wanita tersebut akan segera meninggalkan Anda dan dijamin Anda tidak akan pernah bertemu dengannya untuk kedua kalinya kecuali memang bertemu secara kebetulan.

Jumat, 05 November 2010

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!


Teman, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan melelahkan. 'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah anda termasuk yang demikian? :-) Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna... Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentukperasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun merasakan kesunyian. Mungkin sahabat pernah mengalami hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain sebagainya..! Satu hal yang perlu kalian ingat, kesendirian dengan arti apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan segala situasinya. Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih bermakna? Lakukan hal berikut :
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif yang sangat anda sukai, misalnya dengan membaca, menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan kalian. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!
2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian sahabat dan belum sempat dilakukan. Kalian bisa membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya. Percaya, cara ini akan menyadarkan anda akan sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya. Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? ;-)
3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin sahabat wujudkan selagi masih hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali 'keinginan gila' saat anda masih kecil? Atau mimpi- mimpi lain yang belum terlaksanakan? Saat itu anda akan sadar, ternyata banyak sekali hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!
4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus teman lakukan... Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri anda. Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan anda di dunia. Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin kokoh kemampuan anda mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya.
Intinya, jangan biarkan te2h-akang terjebak dalam kesendiriandengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya berlarut-larut, hingga membuat anda putus asa. Kalau kalian mau membuka mata, kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar kita. Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa anda jadikan teman, dan ajak bicara! Jika kalian mau terbuka, dalam kesendirian anda bisa merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian kalian bisa menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang kalian miliki. Dalam kesendirian pula kalian bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan ego yang seringkali kalian temukan di keramaian! Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan saja kepada setiap orang, termasuk kepada anda. Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini kalian sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',kalian harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya mematikan!

Kelola-lah perasaan kalian dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)
come on dulur-dulur sadayana.......

Melestarikan Satwa Primata Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan Iklim Global

Rabu, 3 November 2010 bertempat di IPB International Convention Center [ICC] Bogor dilaksanakan Kongres dan Simposium Nasional IV Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia [PERHAPPI]. Acara bertemakan “Melestarikan Satwa Primata Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan Iklim Global” diselenggarakan oleh PERHAPPI, diawali dengan simposium yang dibuka oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam [PHKA] Kementerian Kehutanan. Dalam sambutannya Dirjen PHKA menyebutkan perlunya dukungan berbagai pihak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan konservasi secara umum, dan melalui kegiatan konservasi satwa primata pada khususnya. “Pada saat ini ada lebih dari 1000 individu orangutan Borneo yang berada pada lokasi pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan yang sudah siap dilepasliarkan, namun terkendala ketersediaan lokasi yang memenuhi syarat bagi pelepasliarannya”, jelas Dirjen PHKA. Sementara diketahui bahwa Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan bahwa pada tahun 2015 ditargetkan tidak ada lagi orangutan pada pusat rehabilitasi di Sumatera maupun di Kalimantan. Sehingga diperlukan upaya bersama untuk mencapai target tersebut.

Pernyataan Dirjen PHKA tersebut menggambarkan kondisi orangutan yang “terpaksa” direhabilitasi untuk dikembalikan ke habitat alamnya, untuk mengembalikan fungsinya yang hilang dalam kesatuan ekosistem. Kebanyakan orangutan berada di luar habitatnya akibat “keterpaksaan”, antara lain akibat diburu secara ilegal untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan secara ilegal. Maraknya perburuan dan perdagangan ilegal tersebut terjadi akibat masih adanya persepsi di masyarakat bahwa orangutan adalah satwa yang “lucu” untuk dipelihara dan dianggap “dapat” meningkatkan gengsi bagi pemeliharanya. Pendidikan konservasi untuk meluruskan pemahaman yang “bengkok” tersebut perlu dilakukan untuk mencegah, atau sedikitnya menekan “permintaan” terhadap orangutan sebagai satwa piaraan. Bentuk “paksaan” lainnya yang menyebabkan orangutan keluar dari habitat alaminya adalah adanya alih fungsi penggunaan lahan hutan yang menjadi habitat orangutan menjadi peruntukan lain, baik secara legal maupun ilegal. Salah satu presenter dalam simposium menyebutkan bahwa 80% alih fungsi lahan adalah untuk perkebunan kelapa sawit.

Contoh di atas baru menggambarkan permasalahan untuk satwa primata orangutan Borneo di Kalimantan, belum lagi tantangan yang dihadapi oleh spesies orangutan Sumatera serta jenis-jenis satwa primata lainnya di Indonesia. Dwi Nugroho dari WCS menyebutkan bahwa berdasarkan investigasi perdagangan satwa liar di wilayah pulau Sumatera bagian Selatan ternyata dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal terdapat 64% adalah satwa primata (monyet ekor panjang, kukang, simpai dan lainnya) serta sisanya adalah jenis satwa lainnya. Hal tersebut menggambarkan betapa besarnya tantangan dalam menyelesaikan permasalahan terkait konservasi satwa primata di Indonesia yang mesti melibatkan kerjasama multi sektor, baik Pemerintah, swasta, peneliti, perguruan tinggi dan masyarakat luas lainnya.

Dalam kesempatan simposium ini disampaikan presentasi yang dibagi dalam 4 sesi oleh para peneliti dan praktisi konservasi primata di Indonesia. Keempat sesi tersebut membahas topik yang cukup menarik, yaitu: ekologi dan konservasi satwa primata; perdagangan dan rehabilitasi satwa primata; primata dalam riset biomedis dan genetik; serta perubahan iklim dan konservasi satwa primata. Dalam kesempatan sore-malam hari dilakukan kongres PERHAPPI untuk laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode terdahulu, evaluasi program dan kegiatan PERHAPPI serta pemilihan ketua PERHAPPI. Terpilih sebagai ketua pengurus PERHAPPI adalah Chairul “Uyung” Saleh [dari WWF]. Selamat berjuang bang Uyung, kami mendukungmu.

Anda tertarik untuk berpartisipasi secara aktif dalam konservasi satwa primata di Indonesia? Semua bentuk partisipasi Anda sangat membantu menentukan masa depan konservasi secara umum maupun konservasi satwa primata pada khususnya. Bergabunglah menjadi anggota PERHAPPI.

Minggu, 31 Oktober 2010

-Hayang Wisuda-

hayang wisuda. sugan diaku ku calon mitoha. sugan Indung aya ku bangga miboga budak nu sarjana. sugan Bapak bisa nyaritakeun ka tatangga. sugan Adi teu era ditanya saha lanceukna. hayang wisuda. ijazahna moal dipake ngalamar gawe. ngan paling dipake ngala...mar awewe. geus teu betah dianggurkeun wae. hayang wisuda. teu ngaruh kana elmu. komo ngaruh kana firdaus nu dituju. euweuh tidituna geus wisuda jadi soleh ujug-ujug. hayang wisuda. ceuk beja di Indonesia mah sarjana teh jadi sangsara. basa kuliahna nyiar elmu sangkan meunang duit ti nagara. Teu ngaruh, da kuring mah kaya raya. hayang wisuda, Mak. saukur meulitkeun kabungah ka Emak yen kuring, anak Emak, bisa diamanatan.

TENTUKAN SIKAP KAWAN !!!


Sikap lebih penting daripada

penampilan,

karunia,

atau keahlian.

Hal yang paling menakjubkan adalah

Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu

Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang

Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol,

dan itu adalah sikap kita.

Ku semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,

dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

AKU DAN ALAM SEMESTA


kuamati terik sinar matahari, menyemangati diri 'tuk terus berdharma, kuamati mahkota bunga matahari, memotivasi diri 'tuk terus setia,kudengar suara angin melantun, puaskan batin di dalam diri, kudengar suara alam memantun, genapkan jiwa dan kalbu hati, terima kasih alam semesta, atas segala yang telah tersedia, semoga ku mampu untuk mensyukuri, atas segala yang telah ku nikmati
kuresapi sisa-sisa alam semesta ini, selagi jiwa dan hatiku masih di sini, di bumi, di tata surya, di alam semesta, mencoba 'tuk mengerti kehendak surga,

Jumat, 29 Oktober 2010

Hargai Apa Yang Kita Miliki

Pernahkah kalian mendengar kisah Helen Kehler? Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli.
Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.
Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.
Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.
Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.
Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler:

"It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.
Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!
Sekarang, coba dulur2 bayangkan sejenak....

......sadayana menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!
Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri tmn2 melihat atau mendengar apapun.
Selama beberapa hari itu Xan tidak bisa melihat indahnya dunia, Xan tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan dulur2 tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!
Bagaimana tmn2? Apakah beberapa hari cukup berat? Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?
Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!
Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki.
Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!
Coba Xan renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.
Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.
Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. 

Selasa, 26 Oktober 2010

ALUR KEHIDUPAN

TUHAN YANG MENJAMAH KOBARAN TUNGKU MURKA DAN GEMURUH PRAHARA DARI PADANG KEBODOHAN, BUTIR-BUTIR PASIR SETAJAM PISAU SAHARA KEANGKUHAN DAN TANAH KASAR DARI TELAPAK KAKI ZAMAN, LANTAS SEMUA DILEBUR JADI MANUSIA. YANG TENTUNYA MEMPUNYAI TUGAS MENJELAJAHI ALUR KEHIDUPAN DAN SERENTAK MENAPAKKAN KAKI KECILNYA.

Sabtu, 16 Oktober 2010

ALL ABOUT YOU


MEMANG TAK LAZIM BILA PEMIKIRANKU CUMA KAMU,

TAPI DIRIMU MEMANG ISTIMEWA DARI PANDANGANKU.

NAMUN SEMUA ITU LANTAS TAK HARUS MEMBUTAKANKU KAN????

SEMUA MEMANG HARUS MENDAPATKAN SEBUAH PENGORBANAN YANG LAYAK.

AMBIL SEMUA RESIKO YANG BAKAL TERJADI, KARENA KITA TERLANJUR MELANGKAH.

MEMANG KITA MASIH TERTATIH-TATIH DI UJUNG JURANG KENISTAAN.

LEBIH BAIK MUNDUR SELANGKAH DAN GANTI ARAH, DARIPADA MAJU TERUS DAN TERPEROSOK DALAM LUBANG PENYESALAN YANG TIADA HENTI.

MAAFKAN AKU YANG HANYA BISA MEMEGANG TEGUH PEMIKIRAN YANG MENURUTMU ITU SALAH BESAR.

DAN CUMA ITU MODAL UNTUK BERTAHAN HIDUP.

SEMESTA HANYA BISA BERDO'A


HIDUP ADALAH SOAL KEBERANIAN MENGHADAPI SEMUA TANDA TANYA, TANPA KITA BISA MENGERTI, TANPA KITA BISA MENAWAR. MENGERTILAH DAN HADAPILAH...

MALAM INI KU TERKENANG AKAN SUASANA HATIKU YANG DAHULU PERNAH DIRASAKAN.

TAPI SEMUA BELUM TERLIHAT, SEPERTI BIASA SEMESTA MENGANGGUK BIJAK MEMBIARKAN SEMUANYA BELUM TERLIHAT JELAS. SEMESTA HANYA BISA BERDO'A MENSYUKURI CINTA YANG DATANGDAN MENJUMPAIKU MALAM INI.

DAN MENELUSURI ANGIN MALAM KU HANYA BICARA DAN BERTEMAN KHAYALAN, TAPI SEMUA TAK ADA JAWABAN. PADAHAL INI BUKAN AKHIR DARI KEHIDUPAN, BUMI MASIH BERPUTAR DAN SENYUMMU MASIH MENAWAN, CERITA CINTA-PUN MASIH AKAN DATANG ESOK HARI. SEKARANG HARUS TETAP TERSENYUM SEPERTI MENTARI DAN BIARLAH KENANGAN MENGHIASI HATI.



BAWALAH SEMUA PERASAAN TAK TERDUGA...............

Tentang Sepenggal Hati


Ada hati yang tak bisa terukir cinta

walau sekeras apapun pahatan perjuangannya

mungkin cuma mimpi yang mampu membuat kita tersenyum sejenak

dan menyesal-lah jika tak terwujud

terus mencoba bermimpi untuk memenuhi hati

biar terisi hati dengan ukiran hati

jika terbangun nanti kita siap berlari

untuk menggapai ukiran hati yang sejati

siap juga-lah kita hadapi realita

Jumat, 15 Oktober 2010

Saat Sang Rindu Terus Menyapa Untuk Kembali Bersua


RASA GALAU TERUS MELANDA KARENA SEMESTA TAK BERHENTI MENYAPA UNTUK BERSUA KEMBALI.

BERJALAN MENELUSURI TITIK-TITIK RAPUH DARI KEHIDUPAN YANG SANGAT MENEGANGKAN.

BERSAMA SALING BERIRINGAN DALAM SATU TUJUAN MENCARI KEDAMAIAN YANG BELUM DITEMUKAN.

SALING BELAJAR MEMAHAMI INDIVIDU-INDIVIDU YANG SEMUA TAK SEPAHAM WALAU SEJALAN DAN SETUJUAN.

MENITI JALAN SETAPAK TERJAL DAN CURAM YANG SERASA HANYA MILIK KITA, HAHA....

RINDU AKAN RINTIHAN KERINGAT, KELUHAN JARAK DAN PANGGILAN ISI PERUT YANG SAMA KOSONG.

BERHARAP KEMBALI BERTEDUH DALAM SATU ATAP TENDA SEADANYA DARI AIR HUJAN KEHIDUPAN SEMESTA DAN DINGINNYA SUASANA YANG SAMPAI MENUSUK TULANG DAN MENGUNCI SENDI-SENDI DIRI.

KANGEN BERJALAN DI ATAS AWAN YANG MENGHAMPAR LUAS DI BAWAH KITA DAN KITA BERKATA "LUAR BIASA" SAMBIL MENETESKAN AIR MATA TAKJUB.

MENYIHIR KITA SEMUA DARI APA YANG TELAH KITA LEWATI TADI DAN SEAKAN HIDUP KITA MULAI DARI SINI.

BANYAK CERITA YANG HAMPIR TERLUAP DARI MULUT, TAPI SEMUA ADA WAKTUNYA.

MEMENDAM SEMUA DAN MENYIMPANNYA BUAT CERITA DI HARI ESOK, TERPAKSA BERANI DAN MEMANG HARUS DIJALANI DEMI SUATU YANG SANGAT INDAH DI AKHIRNYA.







"KAPAN LAGI ATUH?"

Rabu, 29 September 2010

Ciremai


Mendaki melintas bukit
Merjalan letih menahan berat beban
Bertahan di dalam dingin
Berselimut kabut yang pekat
Menatap jalan setapak
Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat kopi panas
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Meresapi pagi mengukir cinta
Ciremai berikan damainya
Di dalam perjalanannya
Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui dinginnya
Di sana nyalimu teruji oleh ganasnya hutan rimba
Namun semua tak seberapa
Dibanding apa yang kita dapat

Minggu, 26 September 2010

Seperti sebelumnya, diri ini masih belum beranjak dari lamunan panjang dan melelahkan.
Padahal di luar sana masih banyak yang harus dilakukan dan masih banyak pula tempat yang belum di jejaki.
Sebetulnya dengan berdiam diri seperti ini hanya akan membuat otak membusuk dan dihinggapi belatung-belatung ke-pesimis-an.
Memang terkadang kaki ini sulit untuk melangkah.......
Karena selalu berfikir tentang apa yang terjadi di esok hari yang untuk melaluinya pun harus sedikit menyematkan hati.
Walaupun sudah pasti debu-debu kehidupan akan terus menempel di atas kulit tubuh ini.
Tapi itu sebanding dengan proses dan hasil yang menyegarkan hati.

Jumat, 24 September 2010

कामे ओं

Sampai saat ini untuk bermimpipun masih harus menghela nafas yang sangat dalam, karena kata orang mimpi harus dibeli. Makanya ada mimpi yang tak terbeli (kata Iwan). Sejatinya manusia sebelum berikhtiar dan berdoa sudah tentu harus punya mimpi yang harus dicapai. Tapi kebanyakan orang tidak sadar bahwa mimpi dan cara untuk mewujudkannya berbeda antara satu dan yang lain. Banyak orang saling menyalahkan terhadap bagaimana cara orang untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Padahal yang seharusnya terjadi ialah saling mendukung minimalnya, atau lebih baik membantu kalo bisa. "boro-boro mikiran batur, urang sorangan oge lieur" begitu yang malah sering terdengar. Memang hidup pada dasarnya membingungkan, tapi semua itu bisa diselesaikan kalo aja ngerti. Memang harus difikirkan sebelum bertindak, gak harus terlalu jauh yang penting dipertimbangkan dulu dari berbagai efek yang akan terjadi. Buat brader-brader gak usah putus asa, buat apa yang terjadi dalam hidup sebagai ilmu tambahan gratis. Siapa sih zaman sekarang yang gak suka GRETONGAN????? Gak usah lah berlarut-larut dalam permasalahan, ayo kita ambil tindakan, let's do it brad. Semoga kita semua dapat membeli mimpi lengkap dengan pewujudannya.Amien,,,,,