Biarkan apa yang kurasakan ku tulis disini sebagai sebuah simfoni kehidupan yang mungkin dapat dikenang di masa yang akan datang. Selalu berfikir jernih dan jauh ke depan, biarlah kita jadi pemimpi. karena sesungguhnya mimpi adalah sebuah keinginan yang sangat kuat, dan harus diwujudkan. Jadikan mimpi sebagai motifasi untuk mencapai semua tujuan.
Minggu, 31 Oktober 2010
-Hayang Wisuda-
TENTUKAN SIKAP KAWAN !!!

Sikap lebih penting daripada
penampilan,
karunia,
atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Ku semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
AKU DAN ALAM SEMESTA

kuamati terik sinar matahari, menyemangati diri 'tuk terus berdharma, kuamati mahkota bunga matahari, memotivasi diri 'tuk terus setia,kudengar suara angin melantun, puaskan batin di dalam diri, kudengar suara alam memantun, genapkan jiwa dan kalbu hati, terima kasih alam semesta, atas segala yang telah tersedia, semoga ku mampu untuk mensyukuri, atas segala yang telah ku nikmati
kuresapi sisa-sisa alam semesta ini, selagi jiwa dan hatiku masih di sini, di bumi, di tata surya, di alam semesta, mencoba 'tuk mengerti kehendak surga,
Jumat, 29 Oktober 2010
Hargai Apa Yang Kita Miliki
Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.
Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.
Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.
Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.
Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler:
"It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound".
Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.
Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!
Sekarang, coba dulur2 bayangkan sejenak....
......sadayana menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!
Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri tmn2 melihat atau mendengar apapun.
Selama beberapa hari itu Xan tidak bisa melihat indahnya dunia, Xan tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan dulur2 tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!
Bagaimana tmn2? Apakah beberapa hari cukup berat? Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?
Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!
Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki.
Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!
Coba Xan renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.
Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.
Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.
Selasa, 26 Oktober 2010
ALUR KEHIDUPAN
Sabtu, 16 Oktober 2010
ALL ABOUT YOU

MEMANG TAK LAZIM BILA PEMIKIRANKU CUMA KAMU,
TAPI DIRIMU MEMANG ISTIMEWA DARI PANDANGANKU.
NAMUN SEMUA ITU LANTAS TAK HARUS MEMBUTAKANKU KAN????
SEMUA MEMANG HARUS MENDAPATKAN SEBUAH PENGORBANAN YANG LAYAK.
AMBIL SEMUA RESIKO YANG BAKAL TERJADI, KARENA KITA TERLANJUR MELANGKAH.
MEMANG KITA MASIH TERTATIH-TATIH DI UJUNG JURANG KENISTAAN.
LEBIH BAIK MUNDUR SELANGKAH DAN GANTI ARAH, DARIPADA MAJU TERUS DAN TERPEROSOK DALAM LUBANG PENYESALAN YANG TIADA HENTI.
MAAFKAN AKU YANG HANYA BISA MEMEGANG TEGUH PEMIKIRAN YANG MENURUTMU ITU SALAH BESAR.
DAN CUMA ITU MODAL UNTUK BERTAHAN HIDUP.
SEMESTA HANYA BISA BERDO'A

HIDUP ADALAH SOAL KEBERANIAN MENGHADAPI SEMUA TANDA TANYA, TANPA KITA BISA MENGERTI, TANPA KITA BISA MENAWAR. MENGERTILAH DAN HADAPILAH...
MALAM INI KU TERKENANG AKAN SUASANA HATIKU YANG DAHULU PERNAH DIRASAKAN.
TAPI SEMUA BELUM TERLIHAT, SEPERTI BIASA SEMESTA MENGANGGUK BIJAK MEMBIARKAN SEMUANYA BELUM TERLIHAT JELAS. SEMESTA HANYA BISA BERDO'A MENSYUKURI CINTA YANG DATANGDAN MENJUMPAIKU MALAM INI.
DAN MENELUSURI ANGIN MALAM KU HANYA BICARA DAN BERTEMAN KHAYALAN, TAPI SEMUA TAK ADA JAWABAN. PADAHAL INI BUKAN AKHIR DARI KEHIDUPAN, BUMI MASIH BERPUTAR DAN SENYUMMU MASIH MENAWAN, CERITA CINTA-PUN MASIH AKAN DATANG ESOK HARI. SEKARANG HARUS TETAP TERSENYUM SEPERTI MENTARI DAN BIARLAH KENANGAN MENGHIASI HATI.
BAWALAH SEMUA PERASAAN TAK TERDUGA...............
Tentang Sepenggal Hati

Ada hati yang tak bisa terukir cinta
walau sekeras apapun pahatan perjuangannya
mungkin cuma mimpi yang mampu membuat kita tersenyum sejenak
dan menyesal-lah jika tak terwujud
terus mencoba bermimpi untuk memenuhi hati
biar terisi hati dengan ukiran hati
jika terbangun nanti kita siap berlari
untuk menggapai ukiran hati yang sejati
siap juga-lah kita hadapi realita
Jumat, 15 Oktober 2010
Saat Sang Rindu Terus Menyapa Untuk Kembali Bersua

RASA GALAU TERUS MELANDA KARENA SEMESTA TAK BERHENTI MENYAPA UNTUK BERSUA KEMBALI.
BERJALAN MENELUSURI TITIK-TITIK RAPUH DARI KEHIDUPAN YANG SANGAT MENEGANGKAN.
BERSAMA SALING BERIRINGAN DALAM SATU TUJUAN MENCARI KEDAMAIAN YANG BELUM DITEMUKAN.
SALING BELAJAR MEMAHAMI INDIVIDU-INDIVIDU YANG SEMUA TAK SEPAHAM WALAU SEJALAN DAN SETUJUAN.
MENITI JALAN SETAPAK TERJAL DAN CURAM YANG SERASA HANYA MILIK KITA, HAHA....
RINDU AKAN RINTIHAN KERINGAT, KELUHAN JARAK DAN PANGGILAN ISI PERUT YANG SAMA KOSONG.
BERHARAP KEMBALI BERTEDUH DALAM SATU ATAP TENDA SEADANYA DARI AIR HUJAN KEHIDUPAN SEMESTA DAN DINGINNYA SUASANA YANG SAMPAI MENUSUK TULANG DAN MENGUNCI SENDI-SENDI DIRI.
KANGEN BERJALAN DI ATAS AWAN YANG MENGHAMPAR LUAS DI BAWAH KITA DAN KITA BERKATA "LUAR BIASA" SAMBIL MENETESKAN AIR MATA TAKJUB.
MENYIHIR KITA SEMUA DARI APA YANG TELAH KITA LEWATI TADI DAN SEAKAN HIDUP KITA MULAI DARI SINI.
BANYAK CERITA YANG HAMPIR TERLUAP DARI MULUT, TAPI SEMUA ADA WAKTUNYA.
MEMENDAM SEMUA DAN MENYIMPANNYA BUAT CERITA DI HARI ESOK, TERPAKSA BERANI DAN MEMANG HARUS DIJALANI DEMI SUATU YANG SANGAT INDAH DI AKHIRNYA.
"KAPAN LAGI ATUH?"
Rabu, 29 September 2010
Ciremai

Mendaki melintas bukit
Merjalan letih menahan berat beban
Bertahan di dalam dingin
Berselimut kabut yang pekat
Menatap jalan setapak
Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat kopi panas
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Meresapi pagi mengukir cinta
Ciremai berikan damainya
Di dalam perjalanannya
Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui dinginnya
Di sana nyalimu teruji oleh ganasnya hutan rimba
Namun semua tak seberapa
Dibanding apa yang kita dapat
Minggu, 26 September 2010
Padahal di luar sana masih banyak yang harus dilakukan dan masih banyak pula tempat yang belum di jejaki.
Sebetulnya dengan berdiam diri seperti ini hanya akan membuat otak membusuk dan dihinggapi belatung-belatung ke-pesimis-an.
Memang terkadang kaki ini sulit untuk melangkah.......
Karena selalu berfikir tentang apa yang terjadi di esok hari yang untuk melaluinya pun harus sedikit menyematkan hati.
Walaupun sudah pasti debu-debu kehidupan akan terus menempel di atas kulit tubuh ini.
Tapi itu sebanding dengan proses dan hasil yang menyegarkan hati.
Jumat, 24 September 2010
कामे ओं
Jumat, 12 Februari 2010
Pray Me
Kamis, 11 Februari 2010
Motifasi Mimpi
Senin, 08 Februari 2010
Fuck Hell
semakin hilang jernihnya air sungai, hanya keringat manusia serakah yang sering menetes dibumi, dan semakin keringnya tanah yang dia pijak tak ada lagi pohon yang tumbuh, hanya gedung yang sanggup bertahan saat ini. kemana manusia yang dulu merindukan kesejukan dan kedamaian.
kini hilang, melupakan keheningan dan kesejukan udara bersih, tidak kah manusia merindukan itu semua????
sadarlah manusia serakah, masih banyak pekerjaan yang tidak harus merusak tempat tinggalmu sekarang, bumi ini rumah kita bersama, jaga dan rawatlah bumi!!!
Jumat, 05 Februari 2010
Malam dan Peraduan
Semesta

Sebenarnya, sebuah titik tak bervolume berarti ketiadaan, Demikianlah alam semesta muncul, Alam semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan. Jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan.
Dengan kemunculan Alam semesta, kita harus mempelajari untuk menjaganya, karena kita ada di dalamnya.
Alam semesta kita belakangan terus bergolak tiada henti, termasuk planet bumi. Tidak heran, sebab temuan terbaru menyatakan bahwa dahulu alam semesta ternyata memiliki sifat seperti air.
Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)
Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.
Jumat, 01 Januari 2010

Minggu, 23 Agustus 2009
Dimalam yang dingin dan mengunci tulang
Ku masih berfikir tentang hidup
Ketegaran tuk mengarungi samudra kehidupan yang selalu pasang dan surut
Dan entah dimana akan berakhir
Dan akupun harus menghadapi arus mana yang telah ku pilih sendiri
Gelombang surut biarlah menjadi pemandangan indah
Namun gelombang pasang kan slalu ku hadapi tuk menuju kebaikan
Manusia telah banyak yang mengartikan tentang hidup. Tapi masih banyak orang tidak bisa memaknai hidup itu sendiri, bahkan tidak tahu tujuan dari hidup mereka. Terkadang manusia takut akan beban di masa yang akan datang, padahal sudah pasti kan dihadapi, atau mereka juga khawatir akan sisa-sisa dari masa lalu. Manusia seharusnya lebih sadar bahwa manusia terbatas oleh waktu, ada saat lahir dan akan bertemu pula dengan kematian.
Seperti sekarang ini, aku mulai berfikir tentang hidup yang sebenarnya. Sempat terfikir hidup adalah apa yang kufikirkan dan ku inginkan, tapi aku mungkin Cuma seorang pemimpi. Kata orang mimpi adalah bunga tidur, mungkin sekarang ku tengah tertidur dalam buaian duniawi yang rumit. Tapi mimpi-mimpiku itu datang seraya dengan apa yang sedang aku harap/inginkan, begitu kuatkah harapanku sehingga terbawa mimpi? Sekrang pilihanku hanyalah menjadi seorang pemimpi, sebab mimpi datang dari kenyataan hidup dan aku harus memperjuangkan apa yang aku inginkan.
Saat menyambut kehadiran sang mentari aku masih saja tidak dapat menjaga kesucianku dari kesalahan. Aku sadar bahwa itu wajar terjadi karena aku hanyalah manusia. Tapi aku takut kesalahan-kesalahan yang ku perbuat ini menjadi hiburan semata bagiku. Perjalanan hidupku bukanlah ilusi belaka, dan kata-kataku bukanlah khayalan yang tak mungkin. Yang terpenting sekarang aku punya cita dan cinta. Semua cerita usang tak mungkin kembali dan tak pernah hilang, semua harapan di angan pasti terjadi bila ku jalani hidup hingga akhir nanti. Dan seperti itulah aku mendapat motivasi tuk menjalani hidup hingga akhir.
Hari ini kucoba melangkah tuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi diluar sana. Tapi ternyata hari ini masih sama dengan hari kemarin, orang-orang hanya sibuk mengejar sesuatu yang mereka kira itulah tujuan mereka. Sedikit yang sadar bahwa yang mereka lakukan hanyalah membuktikan adanya proses dalam pewujudan tujuan mereka. Tapi yang terjadi denganku hanyalah terdiam dan berfikir apa yang hendak kulakukan tuk mengisi hari ini. Tapi setelah terbangun dari ketidak sadaranku, aku tahu bahwa apa yang kulakukan sekarang adalah prosesku untuk mewujudkan mimpiku tadi malam yang mudah-mudahan baik.
Berkumpul dan bercengkrama dengan teman-teman yang masih sama-sama memperjuangkan perjalanan hidup. Saling bertukar cerita tentang apa yang sedang dan telah kita alami. Namun sebuah cerita membuatku tertegun dan bertanya-tanya, sebuah cerita tentang mimpi-mimpi yang mereka alami setiap malam. Ternyata mimpi-mimpi itu tak jauh berbeda dengan apa yang kudambakan selama ini. Yang terpenting saat ini adalah bersama-sama berjuang mewujudkan mimpi-mimpi itu.
Hanya letih yang terasa seiring tenggelamnya sang raja hari, dan menemaniku melangkah menuju peraduan. Kucoba merebahkan hati sejenak tuk menghela nafas kehidupan yang pahit dan membingungkan. Seperti biasa masih dalam kebingungan yang hebat dan begitu menekan kepala, entah apa yang harus kulakukan tuk menyembuhkan gundah dihati.
Langit gelap telah menutupi bumi yang gersang dan berdebu, tapi aku masih dalam ketakutan yang sangat saat menghadapinya. Aku takut malam ini tak bisa bermimpi tentang semua harapanku. Aku takut aku kehilangan apa yang telah kudambakan dengan begitu kuat dan dengan gigih harus kudapatkan. Menutup mata pun seperti begitu menyiksa batin bagiku. 14 malam sudah kulewati dengan nafas terasa sesak saat kucoba lari dari kenyataan.
Terbangun ku akhiri mimpi manis semalam, saat gelapnya malam hampir selesai. Dan ketika menyambut kehadiran sang fajar, rinduku bersemi dalam kehampaan, pupus dan gersang. Rindu tentang seseorang yang telah banyak menunjukkanku akan arti hidup yang sesungguhnya. Namun dia seakan enggan menghampiriku lalu pergi menjauh dari kenyataanku. Jiwaku terhampar di bumi tanpa denyut kehidupan, dan seakan hilang hanyut terbawa aliran sungai yang tanpa mata air.
Mengapa jiwaku begetar dan dadaku berdetak sangat kencang saat ku ingat tentang dirimu yang entah dimana. Wahai angin, tolong sampaikan kabarnya kepadaku. Atau biarlah Tuhan saja yang menyemangatiku hari ini??? Terkadang perhatian manusia hanya akan menghilangkan semua keikhlasanku. Aku juga ingin bisa menyemangati orang lain disaat berbaur, namun kucoba menguatkan diriku saat aku sendiri.
Hari ini aku harus berkaca seiring bumi yang masih berputar tetap dengan arahnya. Saat hari masih tetap sangar membakar bumi, Sebelum gelap yang begitu aku takuti untuk selamanya. Tak akan kubiarkan tubuhku tinggal sendiri tanpa jiwa, tak akan kubiarkan diriku pergi tanpa hatiku.
Kadang ku tak mampu tuk menahan rasa jemu, yang kadang membutakan hati diluar hari-hariku. Selalu kucoba tuk wujudkan gejolak dalam jiwaku, selalu kuberikan rasa rindu untukmu. Dapat kurasakan kau walau jauh dari waktuku, bukalah mata, pasanglah telingamu. Karena aku hanyalah seorang manusia yang punya begitu banyak mimpi.
Pada akhirnya tibalah waktu yang telah ditakdirkan, dan bumi-pun bicara. Bila ku mampu melukis senyuman di bibirku ini, karena itu indah. Di siang ini ingin ku langkahkan kakiku bersama ayunan langkah sahabat-sahabatku. Pasti kudapatkan dan kurasakan keramaian suasana dan ketenangan jiwa. Tetapi ketika ku lewati jalan-jalan yang berdebu dan selalu mengotori tubuhku ini. Aku takut tak ada lagi kesempatan bagiku tuk membersihkan hati dan jiwaku ini.
Memang hidup itu tak selamanya harus terus bersama, dan ada kalanya kita menatap kesendirian. Biarlah waktu yang menentukan kapan masa itu akan kita hadapi. Yang terpenting adalah bagaimana sikap kita untuk menjamu masa-masa penting yang akan kita hadapi itu. Hanya dengan semangat dan kemauan yang tinggi kita dapat melalui masa-masa itu dan menuai hasil yang positif.
.jpg)